Menanamkan Cinta Kasih Kepada Nabi


Rabu , 19 April 2017 Munassiq Kelapa Dua Wetan

Menanamkan Cinta Kasih Kepada Nabi
Menanamkan Cinta Kasih Kepada Nabi

KELAPA DUA WETAN, AKMALIAH-NEWS, - Alhamdulillah di tengah-tengah kesibukan aktifitas dunia, Salikin Akmaliah tetap dapat berkumpul dalam kegiatan rutin Munassiq - Tabayun Tepatnya di hari Kamis, 06 April 2017 di kediaman Bapak Irwan Nurharjanto,  bersama Mursyid yang kali ini merupakan gabungan KDW – Ciracas & Ibu-Ibu KIPAS, dan menjadi kegiatan Munassiq penutup sebelum Ramadhan.

Bersamaan dengan kegiatan munassiq kali ini diselenggarakan acara Aqiqah cucu Bapak Irwan yang bernama Aqilla Nasya Salihah.

Aqiqah – merupakan ibadah sunnah muakadah yang artinya jika mampu maka harus dilakukan. Mengaqeqahkan anak lebih utama dibanding perayaan ulang tahun, yang tujuan utamanya adalah untuk mendoakan sang anak, dan sebagaimana salah satu rangkaian aqeqah adalah “Barzanji”, biografi perjalanan Nabi Muhammad bin Abdillah sejak kelahiran nya hingga menjadi Rasul yang dituangkan dalam syair berbentuk sajak dengan bahasa sastra yang indah.

Dipimpin oleh Mursyid, Barzanji dilantunkan dengan indah saling bersambut dengan jamaah yang hadir, membuat frekuensi irama yang menggetarkan hati, menghanyutkan diri seakan menyaksikan perjalanan Rasul kita tercinta bahkan sejak dalam kandungan Ibunda, Siti Aminah. Seakan hidup sezaman dengan nya.

 

Semoga shalawat terlimpah atas Nabi. Semoga salam terlimpah atas Rasul.

Sang pelimpah syafaat dari lembah sahara, Muhammad dari bumi Arab.

Sebaik-baik makhluk pejalan kaki di atas tanah, adalah dia sang pelimpah syafaat.

 

Olehnya, gugurlah pada setiap hamba, dosa yang menimpa.

Ia tiada berpenyerupa. Umatnya beruntung karenanya.

Siapa mati dalam cinta padanya, mendapatlah ia setiap pinta.

 

Terpikat aku oleh sosoknya. Rakus aku mendekatinya.

Wahai Tuhan Pemeliharaku, segerakan aku ke kedekatannya. Semoga menjernihkan telagaku.

Berapa sembuh dari yang sakit, berapa terangkat dari yang tertindas, berapa banyak limpahan nikmatnya, untuk yang cerdas maupun yang bodoh.

 

Berapa banyak kemuliaannya, berapa banyak anugerahnya, berapa banyak ilmu syariat, yang darinya orang-orang terpercaya itu mewarisi.

Dialah sebaik-baik yang terpilih, memiliki kemulaan dan kesempurnaan.

Keutamaan dia Yang Terpuji tidak tertutup, di timur ataupun di barat.

Berapa banyak musuh yang akalnya tenggelam dalam air mata?

 

Kecintaan padanya, sangat menawan.

Wahai Rasulullah, wahai yang terbaik dari Nabi-Nabi,

Selamatkan kami dari Neraka Jahannam, wahai penegak tegas kebenaran.

 

Di alam petunjuk, sang Ahmad melebur,

Muliakan ia dengan Islam, menebar ke kota Nabi, Yatsrib.

Di atasnya, bersemilah reranting, terlindung.

Purama langit menerang, di pekatnya kegelapan malam.”

 

Demikian bagian terjemahan syair indah dari barzanji, yang menurut penjelasan Mursyid Aqiqah yang disertai dengan pembacaan berzanji ini  tujuannya adalah juga untuk menjernihkan hati dan jiwa dalam bentuk tazkiatun Nafsi. Dan bagi yang diAqiqahkan adalah untuk menanamkan cinta kasih kita pada junjungan kita Muhammad SAW, serta mengenalkan sosoknya sejak dini.

Pada pertemuan Munassiq kali ini dihadiri pula oleh Pengurus PAS yang diwakili oleh Bapak Insan Warsito ; Dalam sambutannya Beliau menyampaikan rencana kegiatan Nisfu Sya’ban, tawaquf, Ramadhan dan Idul Fitri  yang merupakan rangkaian dari kegiatan perayaan rutin di pesantren Akmaliah Salafiah.

Setelah selesai perayaan Aqiqah, dilanjut acara Tabayun (tanya jawab-meminta konfirmasi) dengan Mursyid, yang diawali dengan pertanyaan dari Saudara Joko Dwiyanto yang menanyakan tentang penomena beberapa pengusaha non muslim yang mengharuskan karyawannya yang muslim untuk menggunakan atribut-atribut dalam kaiatan perayaan agama tertentu.

Dalam penjelasannya Mursyid memaparkan Kalau masalah bisnis, dengan siapapun adalah boleh dan halal, berkongsi dengan siapapun boleh. Karena Rasulullah SAW juga pernah menggadaikan baju perangnya pada Yahudi. Itu boleh saja. Kecuali yang sudah masuk pada akidah, misal harus ke gereja dan menyanyikan nyanyian-nyanyian sakral. Sedangkan pemakaian atribut kalau memang sakral boleh saja ditolak sekalipun dengan resiko kehilangan pekerjaan. Yang perlu diingat, dalam hal usaha dan kerja kita tidak harus menjual iman kita.

Pertanyaan berikutnya masih terkait dengan kegiatan aqiqah mengenai doa apa yang dibaca saat memotong rambut?

Dengan singkat dan jelas Mursyid menjawab bahwa Minimal membaca Bismillahirrohmannirohiim diiringi Sholawat. Kemudian jika ingin berdoa boleh “Ya Allah jadikan anak ini sholeh/ sholehah”

Dilanjut pertanyaan mengenai  Apa perlu Talqin Islam diulang, karena saat awal talqin Islam belum atas keinginan diri sendiri?

Menurut Mursyid  Wajib diulang jika Talqin belum diniatkan dengan baik dan benar. Mengulang sebenarnya cukup dengan mengulang membaca syahadat sehabis Sholat yang diawali dengan “Robbitubillahi robba Wabil Islamidinna wabi Muhammadin Nabiya..”

Pada kesempatan berikutnya Jemaah bertanya terkait dengan kebiasaan di sebagian pondok pesantren membaca yasin atau tahlilan pada malam Jumat. Terkait sunnah rosul, apakah benar ada bacaan khusus pada malam-malam terterntu?

Menurut Mursyid Pada dasarnya malam jumat disebut penghulunya hari. Kalau orang yahudi adalah Sabtu, Orang kristiani hari Ahad. Sehingga kalau ikut agama, libur harusnya 3 hari yaitu Jumat sampai dengan Minggu. Namun hari Jumat tidak masuk hari libur adalah bagus karena dapat menjadikan dakwah untuk sholat Jumat.

Tentang membaca ayat tidak ada bacaan khusus, seperti saat melaksanakan ibadah SA’I  yang disunahkan membaca Alquran, namun tidak ada bacaan ayat  khusus. Kecuali kalau ada niatan khusus boleh saja.

Sebenarnya tujuan utama membaca ayat adalah bagian dari menjernihkan hati dan jiwa dalam tazkiatun Nafsi. Sebagai mana membaca barzanji juga dimaksud untuk menanamkan cinta kasih kita pada junjungan kita Muhammad SAW, mengenalkan sejak dini. Karena generasi sekarang lebih mengenal tokoh-tokoh seperti power ranger dibanding tokoh-tokoh sejarah Islam.

Pada zaman saya (Mursyid), anak umur 7 tahun kalau tidur di rumah diledekin artinya tidurnya ngempeng, akhirnya tidur di mushola sehingga rajin sholat subuh berjamaah. Seusia tersebut sudah hafal beberapa surat tamat Quran. Bandingkan dengan sekarang?

Sehingga tidak harus membaca ayat dan surat tertentu, yang penting adalah membacanya.

Dan sebagai pertanyaan penutup adalah mengenai bagaimana dengan kewajiban zakat 10% bagi salikin, sedangkan salikin  belum mampu karena ada tanggungan adik dan istri.

Itu yang wajib di zakatkan. Adapun 10% dan lain sebagainya adalah tingkatan-tingkatan. Karena zakat ada tingkatan-tingkatannya, seperti ; Pertanian : 10%, Tanah : 10%, Hadiah : 20%, Ghonimah (temuan) : 20%. Zakat hakikatnya berniaga dengan Allah – membersihkan harta. Jika tidak mau maka tetap akan dipaksa oleh Allah, bagaimanapun caranya bahkan bisa diluar daripada budget yang telah direncanakan oleh kita, dan menjadi harta yang kurang berkah.

Mursyid mencontohkan Perjuangan para sahabat, seperti sayidina Abubakar yang berberzakat 100%

Di Akmaliah kenapa melakukan bertingkat-tingkat, kalau kalian bisa melihat non muslim bahkan langsung dipotong 10% untuk kepentingan Gereja dll, mereka senang sekali karena mereka yakin bahwa Tuhan mereka akan menggantikan berlipat ganda. Apalagi bagi umat Islam karena ada dalam Alquran.

Jadi kalau yang mampu melakukannya bagi salikin Akmaliah minimal 10%, tapi jika tidak mampu maka 2,5% itu lebih baik dan tidak apa ketimbang tidak berzakat.