Dari Nisfu Sya’ban Hingga Hukum Zakat


Rabu , 25 Mei 2016 Munassiq Depok

Dari Nisfu Sya’ban Hingga Hukum Zakat
Dari Nisfu Sya’ban Hingga Hukum Zakat

DEPOK, AKMALIAH-NEWS – Acara bulanan pertemuan Munassiq Depok, kali ini berlokasi cukup jauh dari Depok, dengan jarak tempuh sekitar 50Km tepatnya di Bogor. Meskipun memerlukan waktu 1,5 jam perjalanan, dengan menggunakan berbagai sarana transportasi, jamaah Munassiq Depok sangat antusias, berduyun-duyun – menyerbu kota Bogor Minggu, 22 Mei 2016, tepatnya di kediaman keluarga Yuki Permana.

Di rumah yang asri dibalut dengan warna dinding cream dan jendela putih, jamaah Munassiq Depok, memulai kegiatan hari itu dengan pembacaan tahlil di pimpin bendahara Munassiq Pratikto.

Acara inti, tabayun dimulai setelah hadirnya Mursyid di tempat. Memendam berbagai pertanyaan, jamaah munassiq Depok secara bergiliran mengajukan pertanyaan- pertanyaan yang sudah mereka siapkan.

Pertanyaan awal dibuka Irham Nasution, terkait dengan mendekati bulan Ramadhan, tentang cara pembayaran fidyah, jika seseorang tidak dapat menjalankan/ berhalangan berpuasa, kapan dibayarkan dan bagaimana perhitungannya.

Pro-kontrak Nisfu Sya’ban khususnya sebagai perkara yang Bid’ah , di media social, menjadi pertanyaan yang dilontarkan Ani Susilowati. Bagaimana menghindari ujian dan cobaan dari Alla, jika salikin terlanjur mengungkap kalimatusutuk, atau mengukap rahasia ketuhanan bukan kepada ahlinya, menjadi pertanyaan Yuki Permana.

Cuaca yang cerah dan sedikit panas saat itu, tidak menghentikan semangat salikin untuk mengajukan pertanyaan dan terus menyimak jawaban dari Mursyid Akmaliah.

Membantu tetangga adalah lebih utama, karena tetanggalah yang akan terlebih dahulu menyambangi atau membantu saat kita misalkan terkena musibah kematian. Hal tersebut di tekankan Mursyid Akmaliah, saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Yan Kusyanto terkait skala prioritas dalam membantu sesama – tetangga atau saudara jauh.

Masalah Zakat menjadi salah satu pertanyaan yang berkermbang, dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Seperti bagaimana menyerahkan zakat mal, berapa persen bagian yang boleh diambil untuk Amil, kemana zakat sebaiknya diserahkan, siapa saja yang berhak menerima zakat, apakah guru ngaji atau ustad di golongkan Fisabilillah?