Rangkuman Kajian Jum'at, 06 Oktober 2017/17 Muharam 1439H

Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)
Pesantren Akmaliah Salafiah 
Jum'at, 6 Oktober 2017/17 Muharam 1439H

_______________

Pembahasan pada minggu lalu ialah sebahagian dari kesempurnaan nikmat itu manakala kalian mendapatkan rizki yang cukup, berlimpah berkah dan rizki itu tidak membawa kalian untuk melakukan perbuatan perbuatan dosa (Hikam Nomor 227). Itulah nikmat yang sempurna. Tidak ada artinya keberkahan atau berlimpahnya rizki yang ternyata membawa kesesatan diri kalian. Tidak sedikit orang yang mendapatkan kenikmatan kenikmatan namun justru bertambah jauh dari Allah SWT karena terbawa arus oleh rizkinya itu. Banyak orang yang kaya raya namun tidak tersentuh oleh agama. Banyak orang yang memangku jabatan namun lupa akan nilai nilai agama. Banyak orang yang tersanjung akan kemegahannya namun mengabaikan agamanya. Oleh karenanya saat kalian mendapatkan limpahan rizki dari Allah SWT kemudian bertambah dekat dengan Allah SWT bahwa rizki itu dijadikan alat untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT itu adalah kenikmatan yang sempurna. Yang kasihan ialah orang yang mendapatkan rizki namun justru rizkinya yang menyeret dirinya kepada kenistaan.

Selengkapnya

RANGKUMAN KAJIAN JUMAT MALAM, 29 September 2017/10 Muharam 1439H

Telah dibahas tentang berbagai macam persoalan persoalan yang terkait dengan masalah kehidupan terutama nikmat yang sampai ke dalam diri kita. Banyaknya nikmat yang berlimpah dan dirasakan nikmat itu tentu saja dengan syuhud dan musyahadah kepada Allah SWT dengan baik dan benar. Adapun derita atau azab itu akibat ada hijab hijab kita di dalam memandang kepada Allah SWT. Penderitaan yang selalu datang ke dalam diri disebabkan karena tertutup hati memandang tentang keelokan wujud diri-Nya. Mungkin terlalu muluk jika berbicara memandang keelokan wujudullah namun jika dibumikan bahasanya ialah karena ia tidak memandang tentang hakekat perbuatan melalui pemahaman ilmu tauhid. Andai saja kita memandang setiap kejadian di sekitar dan sekeliling kita dengan mengembalikan kepada Allah SWT dengan sikap ilmu tauhid contoh tidak mungkin seseorang kehadapan kita tanpa izin atau kehendak Allah SWT, andai paham tentang itu maka luruhlah hati.

Selengkapnya

Rangkuman Kajian Jum'at Malam, 22 September 2017/03 Muharam 1439H

Bahwa nikmat itu memang beraneka ragam bentuk rupanya. Hanya semua itu disebabkan oleh kalian semua atau kita semua yakni melihat dan dekatnya kepada Allah SWT. Demikian pula penderitaan walau bagaimanapun banyak rupa bentuk penderitaan semua itu karena diri kalian masih terhijab dari Allah SWT. Karena yang menyebabkan penderitaan itu ialah keberadaan hijab pada dirimu sedangkan kesempurnaan nikmat yang kalian rasakan itu hasil atau buah dari kalian memperhatikan, melihat atau memahami keelokan zat wajibul wujud yaitu Allah SWT yang sangat mulia. Itulah penafsiran Bapak untuk kalian yang Insya Allah tidak melenceng/menodai dari maksud dan tujuan mu'alif yang menulis tentang hikmah tersebut yakni seperti beliau menjelaskan beberapa kalam hikmah syarah Hikam Ibnu Athoi'llah yang terkadang sulit untuk dijelaskan terlebih lagi bagi oleh orang orang yang tidak berada pada wilayah tersebut. Sebagaimana analogi anak SD yang disuruh menjelaskan ilmu pelajaran anak SMP/SMA. Tetapi ini adalah masalah hidayah yang sebenarnya tidak ada istilah leveling namun lagi lagi maqom dan derajat itu terkait erat dengan pengertian dan pemahamannya. 

Selengkapnya

Rangkuman Kajian Jum'at, 30 September 2016

Pesantren Akmaliah Salafiah
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

Suatu tanda bahwa Allah SWT telah menetapkan dirimu pada suatu tempat dan tatkala Allah SWT mendudukan kamu pada suatu tempat dengan mendapatkan hasil dari apa yang telah kamu lakukan itu adalah satu kebijakan anugerah yang telah berlimpah pada diri kalian. Oleh karena itu jangan kalian kemudian ngoyo/ingin sesuatu yang lain yang sebenarnya tidak harus kalian raih. Yang dimaksud pada kajian lalu ialah bahwa siapapun yang telah ditetapkan oleh Allah SWT pada satu ketetapan sebaiknya terima ketetapan itu.

Selengkapnya

Rangkuman Kajian Jum'at Malam, 26 Agustus 2016

Pesantren Akmaliah Salafiah
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

Jika mengkaji ilmu tauhid dan hakekat yang merupakan intisari dai kedalaman agama Islam yang sesungguhnya maka akan dikatakan tercela atau aneh karena masyarakat umum mengkaji Islam hanya pada permukaan saja tidak di kedalaman Islam itu sendiri sedangkan Islam dapat mengubah paradigma hidup setiap manusia sehingga menjadikan ia melakukan apa saja atas dasar nilai-nilai Islam.

Selengkapnya