Rangkuman Kajian Jum'at Malam, 26 Agustus 2016

Pesantren Akmaliah Salafiah
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

Jika mengkaji ilmu tauhid dan hakekat yang merupakan intisari dai kedalaman agama Islam yang sesungguhnya maka akan dikatakan tercela atau aneh karena masyarakat umum mengkaji Islam hanya pada permukaan saja tidak di kedalaman Islam itu sendiri sedangkan Islam dapat mengubah paradigma hidup setiap manusia sehingga menjadikan ia melakukan apa saja atas dasar nilai-nilai Islam.

Selengkapnya

Rangkuman Kajian Jum'at Malam, 19 Agustus 2016

Pesantren Akmaliah Salafiah
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

Mualif mengatakan :

"Mungkin kalian/engkau mendapatkan keistimewaan kelebihan karunia dari Allah SWT pada saat menerima ujian dan cobaan, belum tentu mendapatkan karunia dan anugerah seperti yang ada pada ujian dan cobaan seperti saat melaksanakaan shalat dan puasa"

Selengkapnya

Rangkuman Kajian Jum'at Malam, 12 Agustus 2016

Pesantren Akmaliah Salafiah
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)


Hari raya bagi seorang salikin yaitu tatkala saat mendapatkan ujian dan cobaan. Ujian dan cobaan menurut nafsu manusia itu tidak mengenakkan, namun harus yakin bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hambaNya, hanya saja hamba itulah yang suka menolak pemberian Allah SWT karena tidak sesuai dengan nafsunya.

Selengkapnya

Rangkuman Kajian Jum'at Malam, 5 Agustus 2016

Pesantren Akmaliah Salafiah
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)

"Saat saat kesulitan seorang salikin itu adalah merupakan sebagai hari raya nya bagi seorang salikin/murid".

Sesuatu apapun yang ada dalam Hati kita selain dari Allah SWT akan menjadi persoalan bagi kita dan akan masuk ke dalam "sakit" lahir maupun batin. Jika ingin "sehat" maka lepaskanlah, bersihkanlah segala macam sampah-sampah dari hati kalian. Dunia dikatakan sampah karena memang akan mengotori hati dan jiwa kita. Jika rumah (hati) bersih dari sampah maka akan nyaman, sehat.

Selengkapnya

Rangkaian Tirai Ilahi

Setiap orang yang beriman pasti berharap memiliki hati bersih dan berkilau, sebab hati yang bersih dapat memantulkan cahaya ruhaniah, kemudian menjadi penglihatan batin (bashiratul qalbi) dalam memandang keelokan wujud Allah. Namun cahaya ruhaniah hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang telah melampaui pergulatan ruhani.

Selengkapnya