Rangkuman Kajian Jum'at Malam, 12 Agustus 2016


Jumat , 30 September 2016


Pesantren Akmaliah Salafiah
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)


Hari raya bagi seorang salikin yaitu tatkala saat mendapatkan ujian dan cobaan. Ujian dan cobaan menurut nafsu manusia itu tidak mengenakkan, namun harus yakin bahwa Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hambaNya, hanya saja hamba itulah yang suka menolak pemberian Allah SWT karena tidak sesuai dengan nafsunya.

Siapa yang mau miskin, sakit, menjadi rakyat jelata? Inilah persoalan bagaimana kita menyikapi hidup kita, bagaimana kita menerima secara legowo. Harus yakin bahwa Allah SWT akan memberikan sesuai kebutuhan hambaNya bukan sesuai keinginan nafsu hambaNya.

Contoh :
- tidak ada orang yang meminta sakit, semua meminta sehat, lalu mengapa ada sakit? Padahal semua orang berdoa sehat.
- Semua orang meminta hidup bahagia namun nyatanya ada orang yang hidup menderita
- Semua orang ingin kaya namun nyatanya ada orang yang miskin.

Hidup ini adalah perjuangan dan di dalam perjuangan akan menemui ujian dan cobaan. Barang siapa yang ingin hidup di dunia maka harus siap berjuang yang disebut sebagai usaha dan ikhtiar. Seolah-olah kita benar benar memacu kehidupan kita dengan berbagai macam kreatifitas.

Kita wajib berjuang dalam hidup namun tatkala Allah memanggil maka bersegeralah datang. Panggilan Allah contoh : menghadiri pengajian, melakukan ibadah-ibadah, zakat, infaq. Itu semua harus dilakukan segera tidak ditunda tunda karena kematian tidak dapat ditebak.

Allah SWT berfirman:

‎سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hadid : 1)

Bertasbih disini berarti semua bertasbih kepada Allah SWT, bertasbih berarti mensucikan, menghormati, mematuhi, ikut dalam sistem yang Allah SWT tetapkan.

Sesungguhnya seluruh anggota tubuh itu selalu berdialog kepada Allah SWT hanya saja kalian tidak menyadarinya. Nanti ketika di akhirat pun semua anggota tubuh akan berbicara (melaporkan) kepada Allah SWT. Oleh karenanya para "arifin billah" bisa mengetahui mengenai orang lain karena ia bisa berdialog dengan anggota tubuh dari orang yang dihadapannya.

Jika kita berani hidup maka harus berani berjuang, jika berani berjuang maka siap mengambil resiko menghadap ujian dan cobaan. Orang yang sukses adalah orang yang berani dalam lingkup waspada (bukan berani dalam lingkup nekat).

Allah SWT berfirman:

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.
(QS. Ali Imran : 200)

Manusia diturunkan hidup di dunia itu harus siap menerima resiko ujian dan cobaan dengan memandang bahwa ujian dan cobaan merupakan anugerah dari Allah SWT sehingga kita akan menerima berlimpah berkah dari Allah SWT. Jangan mengeluh tatkala menerima ujian dan cobaan.

Mualif menjelaskan :

"Mungkin saja engkau mendapatkan kelebihan berlimpah ruahnya karunia dan kebesaran dari Allah SWT pada saat menerima ujian dan cobaan".

Yaitu Ujian dan cobaan dalam bentuk kesukaran yang tidak akan dirasakan dan di dapat pada saat kalian istiqomah melaksanakan shalat dan puasa. Ujian dan cobaan yang dapat mengangkat derajat kita apabila kita sabar menerimanya dengan cara mengembalikan semua kepada Allah SWT.

Contoh :
- istri yang menjaga dirinya tatkala ditinggal oleh suaminya
- Nabi ayub diangkat derajatnya menjadi orang yang bertaqwa diantara hambanya karena ujian dan cobaan.

Dengan ujian dan cobaan maka kita akan mendapatkan bahwa Allah SWT Maha Pemurah. Tatkala mensyukuri segala pemberian dari Allah SWT tatkala kalian membutuhkan saat diberi. Tatkala mensyukuri pertolongan dari Allah SWT tatkala kalian sedang membutuhkan pertolongan yang Allah SWT berikan melewati saudara kalian.

Allah SWT memberikan ujian dan cobaan kepada hambaNya sesuai dengan porsi masing-masing hambaNya.

Allah SWT berfirman:

‎ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak memberikan beban pada seseorang melainkan sesuai kemampuannya.
(QS. Al Baqarah : 286)

Jika hamba berkata "tidak kuat menghadapi ujian dan cobaan" maka kalimat ini adalah nafsu. Ujian dan cobaan pasti ada pengorbanannya di dalam mengambil sikap/solusi/jalan keluar. Namun bukan berarti kalian mengintimidasi. Tidak mungkin bisa diterapkan win win solution karena Allah SWT telah memberikan pilihan neraka/surga. Ini merupakan sunatullah. Jika sudah berjuang dalam menghadapi ujian dan cobaan maka harus memilih sikap, tidak bisa pertengahan. Di dalam ujian dan cobaan terdapat anugerah-anugerah Allah SWT.

Contoh :
- tatkala orang diberikan ujian dan cobaan berupa sakit, kemudian karena sakit tersebut ia malah berdekatan dengan Allah SWT.
- Tatkala seorang istri sedang bermasalah dengan suaminya, ia malah banyak beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT

Contoh-contoh inilah yang disebut anugerah karena terkadang kita untuk dekat dengan Allah SWT itu perlu pemicu dalam bentuk sakit, ujian, dan masalah hidup. Inilah yang disebut penderitaan lebih utama dan baik karena menjadikan orang tersebu bertambah dekat dan tawadu kepada Allah SWT ketimbang orang yang beribadah kepada Allah SWT malah memicu jauh/lupa kepada Allah SWT. Orang-orang yang beriman tatkala diberikan ujian dan cobaan maka ia meminta pertolongan kepada Allah SWT, berbeda dengan orang yang tidak beriman maka mereka meminta pertolongan kepada selain Allah SWT.

2 macam Orang yang mendapat murka dari Allah SWT dan mendapat bencana :
1. Orang yang meminta pertolongan selain kepada Allah SWT (syirik)
2. Orang yang membicarakan orang lain (Ghibah)

Oleh karenanya ujian dan cobaan bagi salikin merupakan hari raya karena berlimpah anugerah. Harus menyikapi bahwa ujian dan cobaan merupakan anugerah dari Allah SWT. Yang harus diingat adalah bahwa umur itu sebentar, utamakan akhirat karena akhirat itu kekal abadi. Dunia Hakekatnya dunia merupakan ujian dan cobaan. Karena dunia disebut permainan yang menipu dan memperdayakan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392)

Jadikan ujian dan cobaan sebagai anugerah dari Allah dengan cara memandang bahwa semuanya adalah dari Allah, berhusnudzon kepada Allah. Allah memberikan sesuatu karena kebutuhan hambaNya bukan sesuai nafsu hamba. Tidak ada hidup ini sebuah penyiksaan melainkan disikapi sebagai anugerah. Senagai gambaran dalam memandang kehidupan dengan sebuah lensa, jika memandangnya dengan zoom in maka objek yang kecil akan terlihat dengan jelas, berbeda dengan apabila memandang dengan lensa zoom out maka apa yang terlihat itu kecil. Jika memandang persoalan dengan lensa close up, maka akan stres dan menakutkan, namun jika memandang persoalan dengan zoom out maka akan terasa lebih ringan, tidak menakutkan. Namun ada saatnya melihat objek itu dengan close up, seperti halnya maksiat, dilihat secara close up maka akan menakutkan.

Dirangkum oleh : Himmah Hizboel⁠⁠⁠⁠