RANGKUMAN KAJIAN SABTU MALAM, 30 September 2017/11 Muharam 1439H


Ahad , 01 Oktober 2017


RANGKUMAN KAJIAN SABTU MALAM
Kitab Siyarus Salikin dan Ihya 'Ulumuddin
Pesantren Akmaliah Salafiah
Sabtu, 30 September 2017/11 Muharam 1439H
____________________________________________

RUKUN KEDUA DALAM MENUJU KEPADA ALLAH SWT.

Rukun KEDUA yaitu SENJATA, yaitu ZIKIR. Zikir itu senjata bagi orang orang yang mempunyai kehendak menuju kepada-Nya yaitu para pejalan/para murid.

Sebagaimana dijelaskan bahwa zikir merupakan senjata menuju kepada Allah SWT. Zikir sebagai alat bagi seorang murid. Jika tidak mempunyai alat untuk menuju kepada Allah SWT maka tidak mungkin sampai kepada Allah SWT. Orang orang yang mau menuju kepada Allah SWT harus mempunyai alat agar berkonekting dengan Allah SWT sebagaimana contoh kalian mau menghubungi saudara yang jauh maka diperlukan alat, contohnya handphone (metafor). Itulah yang dikehendaki senjata sebagai alat menuju kepada Allah SWT.

Zikir itu bertingkat tingkat, yaitu :
1. Zikir LISAN, yaitu zikir yang dizaharkan/diungkapkan seperti zikir puji hari/junaid.
2. Zikir FIKRI, yaitu berfikir dengan melihat situasi dan kondisi dan ilmu. Saat ini kalian pun sedang zikir fikri dimana kalian menyerap Ilmu lalu mengamalkan kemudian melihat lingkungan dan keadaan lalu mengembalikan kepada Allah SWT sehingga kalian menjadi orang orang yang selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT, selalu bersabar saat menerima ujian dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT dan meminta perlindungan Allah SWT saat menerima goncangan dan godaan. Itu semua rangkaian zikir fikri karena fikirnya dalam bentuk akal dan iman selalu kembali kepada Allah SWT. Contoh ilmu yang terserap dalam diri kalian ialah hukum wanita yang diwajibkan menutup aurat, mengulurkan/memanjangkan jilbab itu dianjurkan agar rapih sehingga tidak menonjolkan bagian tubuhnya. Jilbab jika dilihat pada zaman Rasulullah SAW persis seperti pakaian orang shalat/mukena yang langsung masuk/tidak ada atasan dan bawahan dan ini sunnah, bukan wajib termasuk memakai cadarpun sunnah. Menutup aurat yang dikehendaki bukan menutup tubuh namun memperlihatkan bentuk tubuh sehingga terlihat ketat dan menonjolkan bagian tubuh. Menutup aurat ialah meratakan tubuh sehingga tidak memperihatkan bentuk tubuhnya.
3. Zikir QOLBI, yaitu zikir di dalam hati seperti Zikir Allah, atau sesuatu yang tersebut di dalam hati namun sesuatu yang baik seperti mendoakan orang itu juga termasuk zikir qolbi. Zikirnya ialah dimana ia selalu mengingat dan mengembalikan kepada Allah SWT maka zikir yang paling baik di dalam hati ialah Allah (zikir itsbat).
4. Zikir SIRRI, zikir yang kaitannya dengan rasa.

Untuk menuju kepada Allah SWT, maka alat untuk berkonekting adalah zikir. Senajta ini untuk mengendalikan nafsu nafsu yang ada pada diri. Jika zikir kurang maka nafsunya mudah meronta. Mudah marah, mudah tersinggung karena tidak piawai dalam mengendalikan nafsu karena kurangnya berzikir. Sekalipun sering shalat namun jika zikir kurang maka tidak akan mencapai target karena shalatnya hanya sekedar mengerjakan shalat bukan sebagai zikir/puji dan doa. Sehingga bukan yang dimaksud mendirikan shalat namun hanya sekedar mengerjakan shalat. Biasakan berzikir, setidaknya jika kalian tidak juga sampai kepada Allah SWT namun setidaknya saat kalian sakratul maut bisa reflek untuk berzikir. Saat sakratul maut, lidah akan ke atas ke lak-lakan lidah dan akan sulit untuk berzikir jika tidak terbiasa. Jika meninggal tidak dalam kondisi mengingat Allah SWT maka matinya pasti su'ul khotimah. Jika saat sakratul mau mengingat Allah SWT dengan berzikir hingga akhir hayat, Insya Allah surga jaminannya tanpa dihisab. Jangan merasa percaya diri karena sudah merasa shalat, puasa, zakat, sudah merasa berhak atas surga. Padahal surga itu adalah anugerah Allah SWT dan syafa'at Kekasih-Nya yang akan mengantarkan kepada Allah SWT. Zikir disini sebagai energi khusus. Jika kalian malas berzikir dalam keseharian, maka tidak akan bisa menuju kepada Allah SWT.

Ada sebuah kisah, seorang yang suka main judi, saat sakratul maut dibimbing untuk berzikir namun yang keluar dari mulutnya bukan zikir tetapi sebutan kebiasaan saat ia berjudi.

Oleh karenanya biasakan zikir dalam kehidupan. Biasakan sebutan sebutan zikir untuk diri agar jika saat reflek kagetpun yang disebut adalah sebutan zikir. Orang yang mempunyai rangkaian husnul khotimah maka rangkaian sakratul mautnya pun baik.

Tingkatan zikir diatas kemudian dirangkai hingga menjadi tatacara/kaefiyat zikir bagi mereka yang mempunyai pembimbing/Mursyid dan kaefiyatnya disebut kaefiyat thoriqoh. Itu semua merupakan rangkaian untuk membuat alat dalam menuju kepada Allah SWT seperti halnya di akmaliah ada kholwatiyah akmaliah dan masih banyak thoriqoh lainnya di luar akmaliah. Semua itu adalah tatanan kaefiyat dalam perjalanan menuju kepada Allah SWT. Orang orang yang sudah mengamalkan thoriqoh berarti sudah mempunyai senjata dalam menuju kepada Allah SWT.

Semoga senjata itu bermanfaat bagi kita dan menjadikan keselamatan bagi kita semua, amin ya robbal 'alamin.
_____________________________________________
Dirangkum oleh : Himmah Hizboel