20 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 20 Januari 2018/03 Jumadil Awal 1439H

Tawakkal (pasrah) adalah sifat hamba yang sangat dicintai Allah. Pasrahkanlah hidupmu hanya pada Allah tanpa mengabaikan usaha dan ikhtiarmu, niscaya Allah akan mencintaimu dengan melimpahkan kecukupan dalam hidupmu disetiap yang kamu butuhkan. Ada beberapa tingkatan orang yang Tawakkal; pertama kepasrahan seorang bawahan terhadap atasannya yang masih ada pamrih dengan fasilitas, kedua kepasrahan seorang anak pada kedua orang tuanya yang mengharap belaian cinta kasihnya, dan yang ketiga ialah kepasrahan seorang mayat dihadapan orang yang mengurusinya yang tidak ada protes sedikitpun dalam hal apapun dan akan diapakan dirinya. Coba renungkan dengan jujur bahwa posisi kita ada di tingkatan yang mana dalam hal tawakkal pada Allah."

Selengkapnya
19 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 19 Januari 2018/02 Jumadil Awal 1439H

Kematian adalah sebuah takdir yang tidak bisa dihindari dan datangnya sangat dirahasiakan oleh Allah. Oleh karenanya, sebaiknya kita bersiap untuk menghadapi kematian dengan mengamalkan ilmu tahuhid dan hakikat tanpa mengabaikan syari'at yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Kita juga tidak boleh terlalu berani menghadapi kematian dengan "gagah-gagahan", tapi juga tidak boleh ditakuti akan datangnya kematian, pasrahkan saja pada Allah dan mengalirlah seperti air dalam menghadapi kematian dengan diiringi doa "Ya Allah mudahkanlah kami dalam sakratul maut dan jadikanlah kami golongan orang yang husnul khatimah." "

Selengkapnya
18 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 18 Januari 2018/01 Jumadil Awal 1439H

Bila rumah tangga sudah dilanda kesenjangan spiritual maka yang terjadi ialah jauh dari kebahagiaan dan dalam menyikapi kehidupan yang terdapat disekililingnya akan selalu bertententangan satu dengan lainnya. Begitu pula kesenjangan intelektual dan sosial akan selalu menjadi masalah yang sangat serius. Oleh karena itu, jika ingin mendapatkan rumah tangga yang "sakinah mawaddah warahmah" maka usahakan untuk mensejajarkan pasangan hidupnya dengan saling mengisi kekurangan pasangan hidupnya dibidang spiritual, intelektual dan sosial."

Selengkapnya
17 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 17 Januari 2018/29 Rabi'ul Tsani 1439H

Jika wanita diibaratkan tiang dalam suatu bangunan maka pria itu yang menjadi atapnya dan pondasinya ialah kesetaraan. Oleh karena itu, kekokohan dalam suatu negara atau rumah tangga berpulang pada kebaikan wanita, kemuliaannya berpulang pada kesalehan pria, dan kenyamanan serta keamanannya terletak pada kesetaraan dalam spiritual, intelektuan dan sosial. Tidak bisa dibayangkan sebuah rumah tangga yang menjadi istri bukan wanita shalihah, sedangkan suaminya juga bukan termasuk laki-laki saleh, kemudian ditambah lagi dengan kesenjangan spiritiual, intelektual dan sosial. Coba renungkan, apa yang terjadi dengan kondisi semacam itu..! "

Selengkapnya
16 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 16 Januari 2018/28 Rabi'ul Tsani 1439H

Ibadah yang sangat dekat dengan Riya ialah ibadah Hajji, coba perhatikan mulai dari awal keberangkatan hingga sampai kembali di tanah air. Umumnya, sebelum berangkat mengadakan "perayaan seremonial," saat melaksanak ibadah di tanah suci banyak yang melakukan syirik seperti mencium ka'bah dan mengelu-elukannya seperti mereka yang menyembah berhala, ada pula yang mengkeramatkan tempat tertentu yang tidak ada contoh dari Rasulullah. Setelah sampai di tanah air akan merasa tersinggung jika tidak ada kata "hajji" dalam panggilan namanya, mengapa harus dipanggil Pak Hajji atau Bu Hajjah..? Padahal Rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah dipanggil dengan sebutan Hajji, karena yang dilksanakan adalah kewjiban seorang hamba yang tercantum dalam rukun Islam, kalau memang harus dipanggil Hajji atau Hajjah, kenapa tidk ada panggilan Pak atau Ibu shalat, Puasa atau Zakat bagi yang telah melaksanakannya..? Coba renungkan dengan hati yang tenang serta akal yang obyektif religi..! "

Selengkapnya