09 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 09 Januari 2018/21 Rabi'ul Tsani 1439H

Apabila Allah sedang mencintai hamba-Nya, maka dihantarkannya pada hamba yang dicintai Allah itu dengan berbagai macam ujian dan cobaan, karena Allah ingin mendengarkan yang terucap dalam hati hamba-Nya. Apakah ia tetap berkeluh kesah hanya pada Diri-Nya atau mulai berpaling kepada selain Dia. Tanda seorang hamba yang tetap dicintai Allah ialah selalu bersyukur disaat berlimpah anugerah dan akan selalu berlindung serta bermunajat hanya kepada Allah bila sedang menerima ujian dan cobaan, karena hanya kepada Allah tempat bergantung bagi setiap hamba yang dicintai-Nya."

Selengkapnya
08 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 08 Januari 2018/20 Rabi'ul Tsani 1439H

Istirahatkan hati dan jiwamu dari segala macam keinginan yang sudah jelas dijamin oleh Allah. Tugasmu sebagai hamba ialah mengabdi kepada-Nya, sedangkan Allah itu menjamin dan menyediakan segala kebutuhanmu dalam menjalani hidup di dunia bahkan sampai akhirat. Kemudian, mengapa banyak hamba yang cerewet pada Allah seolah-olah kurang percaya bahwa Dia adalah Tuhan Yang Memelihara dan Mencukupi kegala kebutuhan hamba-Nya..?

Selengkapnya
06 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 06 Januari 2018/18 Rabi'ul Tsani 1439H

Terkadang hati bimbang dalam menetapkan sesuatu pilihan, karena kejernihan hati telah ternoda oleh rasa cinta dan benci yang mengalir dari jiwa. Oleh sebab itu, shalat istikharah adalah solusi bagi orang-orang awam, sedangkan bagi orang-orang yang ada pada maqom khusus akan menilik ke dalam hati hingga mendengar kemurnian suara hati yang jadi pilihan. Berbeda dengan orang yang diam di maqom khususul khusus, ia tidak akan memilih karena baginya tidak ada pilihan kecuali yang dipilihkan Allah padanya.

Selengkapnya
05 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 05 Januari 2018/17 Rabi'ul Tsani 1439H

Coba kita belajar di dalam menjalani hidup dengan cara mengikuti dan mengalir di bawah "Kehendak Allah," seperti jangan berambisi untuk meraih dan mengubah sesuatu apapun, tapi juga tidak boleh pasif dan afatis untuk meraih dan mengubahnya. Mengalirlah seperti air dari hulu sampai ke hilir hingga menyatu dalam lautan, disepanjang perjalanan air, tidak sedikit membawa manfaat bagi yang dilaluinya tapi juga tidak menolak dan mengeluh dengan apa saja yang dibawa dalam perjalanannya menuju laut.

Selengkapnya
04 Jan 18 | by Mursyid Akmaliah 9 orang Kalam Hikmah

KALAM HIKMAH, 04 Januari 2018/16 Rabi'ul Tsani 1439H

Tandanya orang "bodoh" ialah yang terlalu percaya diri bahwa teori strateginya dapat mengubah keadaan dan juga merasa bahwa usaha ikhtiarnya mampu meraih sesuatu yang dicita, ia tidak memahami bahwa hakikat manusia tidak punya kekuatan untuk mengubah atau meraih sesuatu apapun, hanya dengan kehendak Allah sesuatu terjadi dan ada. Sikap pandang "penyerahan diri hanya pada Allah" bukan berarti mengabaikan usaha dan ikhtiar untuk mengubah atau meraih sesuatu, tapi lebih kepada penerapan hidup dalam memahami "Laa Haula Walaa Quwwata illaa Billahil'aliyyil 'azhiim."

Selengkapnya