Kitab Hikam Ibnu Athaillaah, 01 Febuari 2013/ 20 Rabiul Awal 1434H


Rabu , 25 Oktober 2017


Anak-anakku, orang yang sudah tawwakalnya benar persis seperti air mengalir, terus mengalir tanpa henti. Istiqomah. Terus berjalan menuju kepada Allah SWT. Ia tidak akan berhenti karena mendapatkan ujian kesusahan. Tidak akan berhenti karena sesuatu apapun. Ia tetap mengalir menuju kelautan, itulah air. Itulah hakekat manusia yang sesungguhnya dan itulah manusia yang benar benar telah mencapai derajat tawwakal yang sesungguhnya karena ia telah mencapai derajat manusia yang sesungguhnya pula yang mempunyai nafsu mutmainah yang sudah ma'rifatul abdi wa robby yaitu mengenal tentang kehambaannya dan mengenal tentang ketuhanan. Oleh karenanya mengalirlah seperti air. Tidak ada yang lain dalam kondisi apapun selain memaafkan. Jika kalian memaafkan sesuatu apapun juga maka akan mengalir seperti air. Kalian bisa berhenti perjalanannya karena tidak memaafkan. Anak-anakku, jadilah kalian seperti air yang mengalir menuju ke lautan seperti hamba hamba yang tetap berjalan di bawah takdir Allah SWT dan menyerahkan semua kepada Allah SWT dan tetaplah mengalir hingga sampai ke sumbernya ialah Allahu Robby."
Nasehat Mursyid saat mengkaji Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)
Jumat, 01 Febuari 2013/ 20 Rabiul Awal 1434H