RAP 21.16


Senin , 23 Mei 2016

Rap 21.16

Rap 21.16


CINTA KASIH ALLAH
Bagian Keempat (intaha)

Anak-anakku sekalian… Bapak ingatkan kepada kalian semua agar selalu mensyukuri semua yang telah diberikan oleh Allah Taala. Mulai dari berkah rizki hingga berkah sehat sehingga bisa beribadah dan menjalani hidup dengan baik, dan bisa bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Kesehatan adalah berkah yang harus sangat disyukuri. Selain itu, kerelaan hati dalam melakukan berbagai ibadah seperti Thariqot dan zikir adalah juga anugerah. Karena, bisa saja Allah menarik seseorang agar dia rajin beribadah dan ingat kepada-Nya lewat berbagai ujian dan cobaan. Maka, kalau kalian memiliki keringanan hati dan langkah untuk pergi ke majelis pengajian dan pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat secara berjamaah, itu tandanya Allah sangat sayang kepada kalian. Syukurilah dengan hal itu. Syukurilah kalian tidak termasuk orang yang harus ditegur keras terlebih dahulu oleh Allah baru ingat kepada-Nya.

Maa lam yuqbil ‘alallahi bimulaathofaatil ihsaanim – apa kamu tidak mau kembali kepada Allah (menuju kepada Allah) dengan cara kelembutan Allah? Manakah cara kelembuatan Allah yang dimaksud? Yaitu memberikan hidayah, kesehatan, dan diberi-Nya kalian teman yang bisa berjalan beriringan untuk mengaji, untuk sholat malam, juga dianugerahi-Nya suami yang sholeh, di beri-Nya istri yang sholehah. Kalau sampai kalian tidak menyambut kebaikan Allah tersebut maka, Allah menyatakan: “Quyyida ilahi bisalaasilil imtihaani” – akan dipaksa oleh Allah dengan cara diberi-Nya ujian dan cobaan hingga kalian merintih. Setelah merintih barulah kalian datang ke Kyai, ke Mursyid, dan ke teman yang pernah menasehati untuk meminta tolong.

Oleh karena itu wahai anak-anakku sekalian… Ayo kita berjalan menuju kepada Allah dengan sukarela. Karena bagaimanapun, kita semua ini adalah pejalan yang tengah berjalan menuju kepada-Nya. Kita berjalan melalui proses perjalanan usia. Sadar atau tidak, semua makhluk itu berjalan menuju kepada Allah. Namun, persoalannya adalah apakah perjalanannya menuju kepadaNya itu dengan amal shalih atau dengan amal tholih. Kalau dengan amal sholih berarti dengan ridha Allah, sebaliknya kalau dengan amal tholih berarti dengan murka Allah. Oleh karena itu, jangan sampai kalian dipaksa dan terpaksa berjalan menuju kepada-Nya. Mari kita berjalan Fa firru Ilallah – mari menuju kepada Allah dengan baik dan benar. Semoga kita diperjumpakan dengan Allah dengan rahmat-Nya, dengan keutamaan-Nya, dan dengan cinta kasih-Nya.

Anak-anakku… Mari kita menghitung nikmat-nikmat Allah yang telah Dia limpahkan kepada kita. Nikmat yang paling utama adalah hidup, setelah itu nikmat sehat (baik sehat secara akal maupun secara fisik). Sehat secara akal memungkinkan kita memiliki intelektualitas dan daya analisa serta pemahaman yang baik. Semua itu adalah nikmat yang tidak ada habisnya dan tidak akan bisa dihitung. Oleh karena itu, marilah kita berjalan menuju kepada Allah dengan penuh syukur. Dengan cara menikmati apa saja yang Allah berikan kepada kita. Syukurilah segala nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita, agar Allah menambah lagi nikmat-nikmat-Nya untuk kita. Insya Allah kita termasuk golongan hamba yang mampu bersyukur kepada-Nya. Aamiin Allahumma Aamiin.

by hizboel