TABAYYUN DENGAN MURSYID DI MUNASSIQ MUNASSIQ BEKASI, 15 Oktober 2017/ 25 Muharam 1439H


Selasa , 17 Oktober 2017


MUNASSIQ BEKASI
Hari         : Ahad
Tanggal  : 15 Oktober 2017/ 25 Muharam 1439H
Lokasi    : Rumah Bapak Ahmad Faqih

_______________

 

SALIKIN
Bagaimana status hukum bagi saya yang saya kira saya telah menzhalimi orang HRD yang ingin datang kerumah saya dengan cara keberkahan doa yaitu bertawasul melalui Bapak hingga akhirnya orang tersebut tidak sampai sampai kerumah saya?

MURSYID
Kamu bukan menzholimi karena kamu meminta perlindungan kepada Allah SWT. Artinya jika ingin baik maka akan dipertemukan dan jika tidak baik maka tidak akan dipertemukan. Hal semacam itu boleh. Kalian boleh berdoa apa saja termasuk bertawasul kepada Bapak selama Bapak masih hidup.
_______________


SALIKIN 
Berapa jumlah malaikat sebenarnya? Apakah hanya 10 malaikat?

MURSYID
Kalian harus memahami malaikat mulai Jibroil - Ridwan jangan beranggapan nama 10 malaikat dalam aqoidul iman berjumlah 10. Jibroil itu sebuah corp atau group malaikat untuk menyampaikan wahyu/ilham. Nama jamak Jibroil ialah Jibril. Para aulia pun didatangi oleh Jibroil termasuk orang orang yang mimpinya jika bisa ditakwil dengan baik dan benar seperti mimpi seorang raja pada zaman nabi Yusuf itu pun dihadirkan oleh jibril. Begitu pula malaikat Rokib Atid yang merupakan organisasi/group, bukan hanya ada 1 malaikat. Ada pula malaikat yang disebut malaikat Al-hafidoh, malaikat Rahmah, dua corp itu khusus untuk kebaikan dan berlimpah keutamaan dari Allah SWT. Jadi 10 malaikat yang perlu diketahui ialah bukan jumlahnya 10 malaikat namun 10 corp/group. Seperti halnya sebutan manusia yang bukan berarti satu namun manusia ialah mahluk yang dari nabi Adam hingga akhir zaman. Adapun Jumlah malaikat ialah 12x lipat dari seluruh mahluk yang ada di alam semesta ini. Mahluk di bumi ini ialah ada manusia, binatang. Di dalam hadis disebutkan, tatkala berwudu, cucuran airnya wudhu yang jatuh saat wudhu itu menjadi malaikat Rahmah. 
_______________


SALIKIN 
Bagaimana mengatasi istri yang pencemburu?

MURSYID
Pencemburu itu watak dasar seorang istri. Mungkin hanya bisa diminimalisir yaitu dengn memberikan kepercayaan sehingga istri memandangnya percaya. Sifatnya wanita yang tidak bisa dicegah ialah cemburu. Namun apakah bisa wanita itu mengalihkan cemburunya ke arah positif yaitu mengembalikan kepada Allah SWT? Suami disinipun harus membuktikan apa yang dijanjikan agar istri nyaman dan benar dan makin kuat semangatnya. Itulah tugas suami untuk menumbuhkan rasa ketidakpercayaan diri wanita yang timbul dalam bentuk cemburu. Dengan begitu Insya Allah cemburunya menjadi ke arah positif. Jadi intinya ialah bagaimana seorang laki-laki bisa menumbuhkan rasa kepercayaan diri istri karena istri yang pencemburu dasarnya ialah kurang percaya diri.
Intinya ialah bagaimana suami bisa membangun kepercayaan istri. Itulah yang paling penting. _______________


SALIKIN 
Kisah Ukasyah dimana Ketika Nabi sedang sakit dan berkata siapa yang pernah saya lukai atau rugikan silahkan kalian mengadu. Seluruh sahabat diam, kecuali Ukasyah yang mengadu bahwa saat perang Badar ia tergores cambuk Rasulullah SAW. Mendengar hal itu, anak dan para sahabat lainnya marah dan ingin menggantikan posisi Rasulullah SAW namun Rasulullah SAW menolak tawaran para sahabat. Kemudia ukasyah meminta qisas kepada Rasulullah SAW dengan membuka baju Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah membuka baju, kemudian ukasyah bukannya mencambuk Rasulullah SAW malah memeluknya. Rasulullah SAW berkata bahwa ukasyah merupakan sahabat nabi yang beruntung dan sangat luar biasa dan mendapat doa masuk surga. Setelah kejadian itu Rasulullah SAW tidak membenci Ukasyah namun malah memujinya. Mohon penjelasan Bapak mengenai kisah tersebut.

MURSYID

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW selalu mengumpulkan sahabat sahabat sehabis perang untuk intropeksi. Kebetulan saat setelah perang, Rasulullah SAW agak demam dan bertanya apa kekurangan kepemimpinan Rasulullah SAW kepada para sahabat. Semua sahabat mengatakan tidak ada, kecuali Ukasyah yang merasa terkena jejak kaki Rasul sehingga terkena cambuk Rasulullah dan tergores. 

Kemudian Ukasyah mengatakan bahwa saat ia terkena cambuk, ia tidak berpakaian sehingga ia meminta Rasulullah SAW untuk tidak memakai baju. Sampai dihadapan Rasulullah SAW, Ukasyah mengatakan "Bagaimana mungkin  aku bisa menyakiti badan kekasih Allah dan aku sangat mencintainya. Saya hanya ingin mencium aroma keringat badanmu  ya Rasulullah".

Yang dilihat dalam peristiwa itu ialah niatan dan cintanya dan peristiwa ini menjadi asbabul wurud dari hadis :

‎وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَ رِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin radhiyallahu ‘anhu, ‘Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (Diriwayatkan Muslim)

Batiniah Ukasyah sangat mencintai Rasulullah SAW sehingga dengan cara apapun ia ingin mencium badan Rasulullah SAW karena mencium aroma badan Rasulullah SAW sama dengan dia akan dicatat mencium bahkan menjadi penghuni surga selamanya. Intinya Ukasyah dipuji karena niat dan cinta kasih yang ada di dalam dirinya.
_______________


SALIKIN 
Bolehkah seorang salikin memiliki ilmu kebal? Ataukah kita termasuk orang yang sudah memilikinya keselamatan karena sudah mengamalkan zikir?

MURSYID

Di dalam islam tidak ada istilah kebal. Jika ada orang yang mengadopsi ilmu lain dan seolah olah diislamkan maka itu bukan islam sekalipun yang memberikan ialah seorang kyai karena Rasulullah SAW mencontohkan tidak ada ilmu kesaktian dalam islam yang ada ialah keselamatan. 
Contoh :
Kalian pilih mana, tidak terkena tembakan karena meleset atau orang yang mau menembak tidak jadi dengan kalian yang tertembak terus tapi kebal namun masih merasakan sakit? 

Jadi orang yang kebal dan memakai susuk bisa sampai kepada syirik. Ilmu-ilmu semacam itu memancing orang berantem terus. Selamat itu paling penting oleh karenanya berdoa selamat setiap habis shalat. 

Jangan diantara kalian apapun yang terjadi memakai ilmu seperti itu karena tidak ada contohnya andaipun suatu saat ada itu adalah warid/karomah. 

Dulu Bapak sempat ditawarkan oleh guru Bapak ilmu-ilmu sebagai berikut yang sebenarnya Beliau ternyata hanya menguji Bapak, yaitu :

  1. Ilmu Bimasakti, terdiri dari 4 pasal yang mengendalikan air, api, angin dan tanah.
  2. Ilmu Jaya kusuma, ada 13 pasal.
  3. Ilmu Galur, ada 30 pasal.

Bahkan Bapak pernah diberikan semacam jimat yang isinya ayat-ayat Al-quran namun Bapak menolaknya. Bapak pun menolak ilmu itu semua dan Alhamdulillah Bapak lulus dari ujian dan tidak tergiur oleh ilmu-ilmu tersebut karena ilmu-ilmu itu semua tidak penting.

_______________


SALIKIN
Saat saya mendengarkan salah satu ustad ceramah (online) yang menjelaskan bahwa salah satu latar belakang mengenai doa qunut yang disebutkan bahwa Rasulullah SAW saat itu sedang mendatangi tamu (tokoh masyarakat) yang mana kampung tersebut sudah banyak kaum muslimnya kemudian mereka meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengirimkan guru. Singkat cerita, guru yang dikirim ke sana dikhianati dan dibunuh. Setelah itu ada peristiwa dimana selama 1 bulan Rasulullah SAW berdoa untuk keburukan kaum dan tokoh dikampung tersebut. Mohon penjelasan Bapak.

MURSYID
Jadi, dahulu banyak sekali sahabat yang dibunuh jadi bukan guru yang dikampung itu saja. Sehingga Rasulullah SAW melakukan qunut disepanjang hari disetiap shalat kemudian ditegurlah Rasulullah SAW oleh Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 128 :

‎لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ
Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim.

Yang dimaksud ayat itu ialah bukan urusanmu ya Muhammad untuk mencelakakan atau membuat orang itu baik melainkan itu urusan-Ku. Itulah yang menjadikan dasar bagi mereka yang tidak suka qunut. Namun di dalam hadis lain Rasulullah SAW :

‎مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِيْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا
“Terus-menerus Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam qunut pada sholat Shubuh sampai beliau meninggalkan dunia”. (HR. Anas bin Malik)

Hadis tersebut shahih. Setiap shalat subuh, Rakaat pertama membaca Al-Kafirun, rakaat kedua membaca Al-Ikhlas dan setelah iftidal beliau qunut, hingga meninggal. 

Ada yang berpendapat bahwa hadis itu Hasan namun hadis Hasan bisa dijadikan Hujjah. Adapula yang menolak hadis tersebut atas dasar lemah. Namun persoalannya ialah membaca qunut bukanlah persoalan yang disebut menambah-nambah. Selemah-lemah hadis itu bukan dilihat dari isi/matannya tetapi perawi/sanadnya. Misal sanadnya cacat. Tidak selamanya matan itu tidak bagus. Seperti contoh hadis yang disebut dhoif ialah :

‎طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ .

“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Secara matan hadis tersebut shahih. Oleh karenanya orang yang piawai dalam memahami hadis itu harus dikaitkan dengan Al-Quran. Apabila sejalan dengan Al-Quran tidak perlu memikirkan hadis itu sanadnya bagaimana. Jadi, qunut itu sunnah hukumnya. Yang penting jika saat shalat subuh lalu lupa qunut kemudian sujud syahwi, maka ini yang mengada-ngada. Jika lupa qunut ya sudah tidak mengapa. Jika imam tidak qunut ya tidak mengapa. 
_______________


SALIKIN
Mohon penjelasan Bapak mengenai ayat al Quran dengan penyebutan "majreha" terkait tata bahasa dan kisah nabi Nuh dan apakah memang berlabuhnga kapal Nabi Nuh as itu di daerah turki?

‎وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Hud ayat 41)

MURSYID
Sebenarnya hal itu kaitan dengan Imam Qiroah. Dalam penulisan tidak berubah yaitu majroha namun dalam pengucapan majreha seperti tulisan وَالضُّحَىٰ namun dalam ucapan "waa dhuhe" dan itu sah sesuai dialek dalam kalimat-kalimat. Jadi tidak ada hal khusus dengan kisah nabi Nuh as. Sebagaimana pula contoh penyebutan daerah tertentu 'ain menjadi nga, ha jadi kha
_______________

SALIKAH

  1. Dijelaskan bahwa kalau mendapatkan tasbih dari Bapak dan lupa dibawa ke kamar mandi maka energinya hilang. Mohon penjelasan Bapak.
  2. Apabila mempunyai lebih dari 1 tasbih dari Bapak, bolehkan diberikan ke orang lain seperti anak?

MURSYID

  1. Jangan memakai tasbih (dikalungkan/dililit ditangan) ke tempat tempat kotor  (toilet) termasuk saat kalian berhubungan suami istri pun akan hilang energinya karena dianggap kotor walaupun halal. Namun jika mengantongi tasbib atau menaruhnya di dalam tas kemudian tasnya dibawa kamar mandi, itu tidak mengapa.
  2. Boleh, silahkan.

_______________


SALIKIN
Bagaimana hukumnya saat shalat namun tidak khusyuk (karena pikiran tidak kemana mana) dan bagaimana agar shalat menjadi khusyuk?

MURSYID
Khusyuk memang target dalam shalat dan bagusnya khusyuk bukan syarat sahnya shalat. Sekalipun tidak khusyuk, shalatnya tetap sah. Jangan berpikiran karena shalat tidak khusyuk maka tidak usah shalat. Khusyuk atau tidak, tetaplah shalat karena nilainya tetap ada. Sekalipun tidak khusyuk, namun tetap ada pahalanya sesuai tingkatan derajat khusyuknya. Kebanyakan orang shalat memang pikirannya kemana mana karena masih meletakkan sesuatu di dalam hati dan jiwa. Shalat bagaikan mencuci jiwa. Apapun yang kotor di dalam diri pasti akan keluar melalui ingatan. Analoginya, gelas yang kotor jika dicuci pasti akan keluar kotorannya, begitu pula shalat sebagai pembersih jiwa.

Cara agar khusyuk dalam shalat ialah belajar tauhid dan mengamalkannya. Semua kotoran-kotoran yang ada di dalam hati harus dijernihkan dan dikeluarkan/dikosongkan agar saat shalat sudah tidak ada kotoran lagi. Kotoran disini bukan kotoran dosa namun melekatkan benda-benda atau sesuatu apa  di dalam hati. Jadi, jalan untuk membersihkan ialah membiasakan zikir, mengkaji ilmu tauhid dan hakekat untuk syuhud dan musyahadah agar hati jernih. Jika sudah melepaskan segala sesuatunya dan kembali kepada Allah SWT, maka shalat akan khusyuk. Namun kalau proses untuk mendekati khusyuk, ulama umum mengatakan paling tidak mengerti (bacaan) shalatnya, ini sebenarnya hanya untuk merucutkan agar pikiran tidak kemana mana. 


Dirangkum oleh : Himmah Hizboel