RANGKUMAN KHUTBAH JUM'AT MURSYID AKMALIAH, 09 Februari 2018 / 24 Jumadil Awal 1439H


Ahad , 11 Februari 2018


RANGKUMAN KHUTBAH JUM'AT MURSYID AKMALIAH
Pesantren Akmaliah Salafiah
Jumat, 09 Februari 2018 / 24 Jumadil Awal 1439H
_______________

 

Mari kita kembali instropeksi ke dalam diri kita dimana kita adalah di tugaskan oleh Allah SWT di muka bumi ini sebagai kholifah dan juga sekaligus ada batasnya ialag disebut ajal.

Di dalam rahim seorang Ibu saat masih dalam bentuk janin sekitar umur 4 bulan Allah mengutus malaikat dimana malaikat itu mencatat perjalanan hidup kita sekaligus menjadi skenario takdir kehidupan atau ditetapkannya 4 perkara yaitu rejeki, ajal, amal dan hidup bahagia atau menderita. Dengan kata lain semua perjalanan hidup kita telah di tetapkan oleh Allah.

* REJEKI 
Allah sudah menetapkan rejeki setiap umatnya sehingga kita tidak perlu takut tidak mendapatkan rejeki. Persoalannya satu, mau kah kita usaha dan ikhtiar sebagai hamba? Karena kendatipun kita sudah tau bahwa rejeki itu  sudah ditetapkan oleh Allah SWT tetap saja kita wajib untuk usaha dan ikhtiar karena rejeki itu juga tidak tiba-tiba datang. Ada kalanya rejeki itu harus dijemput, ada kalanya rejeki itu harus ditunggu dan ada kalanya juga rejeki itu harus diusahakan untuk diraihnya walaupun sudah ditetapkan oleh Allah SWT.

* AJAL
Terkadang manusia itu tidak faham bahwasannya umur atau batas hidup kita di dunia ini adalah rahasia Allah. Ada yang merasa dirinya seolah-olah tidak akan mati selamanya sementara ia sedang di-intai oleh kematian itu sendiri karena hakekatnya setiap orang akan menerima ajal atau kematiannya seperti yang diisyaratkan di dalam Al Quran surat Al-Ankabut ayat 57 : 

‎كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan.

* AMAL
Yang berarti perbuatan.

* HIDUP MENDERITA ATAU BAHAGIA

Persoalan yang sering berkecambuk didalam diri kita ialah umur kita. Umur itu adalah rahasia Allah SWT dan siapapun akan mengalami ajal atau kematian baik itu anak kecil, tua, pejabat, rakyat biasa, orang mulia, orang jahat dll itu akan mati. Ini yang disebut kematian untuk menjemputnya ke akhirat.

Ingat baik-baik bahwa hidup kita itu tidak akan lama. 

Yang harus kita tengarai ialah ”sudah kah kita siap membawa bekal untuk sampai ke akhirat?”, akhirat tentunya dalam kehidupan yang abadi sementara dunia ini  hanya sebentar contohnya orang yang dekat dengan kita bisa tiba-tiba sudah tiada.

Bersyukurlah bagi orang-orang yang akhirnya mendapatkan “title” status dari Allah khusnul khotimah di penghabisannya, baik akhir hidupnya. Namun celaka lah orang-orang yang mendapatkan status su’ul khotimah yaitu buruk penghabisannya atau jelek akhir kehidupannya karena tidak akan mendapatkan sesuatu nanti di akhirat baik dalam arti kebahagiaan maupun penderitaan.

Pada saat kita proses sakratul maut betapa banyak syaitan dan berbagai macam makhluk-makhluk yang mengganggu saat sakratul maut dan itu janji iblis. Malaikat ialah menjaga manusia sedangkan iblis berjanji akan mengganggu anak cucu adam sampai nafas di tenggorokan. Kalau orang yang mendapatkan hidayah tentu saja sampai ke akhirat dengan selamat tetapi yang tidak mendapatkan hidayah maka akan celaka dan tersesat menuju akhirat. Itu lah orang-orang yang menghadapi sakratul maut. Menghadapai sakratul maut sesungguhnya amat sangat ngeri bahkan sampai Nabi Muhammad SAW menyatakan dalam doanya “Ya Allah mudahkanlah aku dalam sakratul mautku” karena di dalam sakratul maut itu sangat banyak gangguan dan yang paling mengerikan ialah kita diberikan keleluasaan melihat kelakuan/gambaran kehidupan kita, melihat apa saja telah kita lakukan dan penyesalan pada saat itu tidak ada artinya karena tidak bisa diperbaiki lagi. Setelah kita melihat semua persoalan hidup tersebut Allah menyuruh : 

‎اقْرَأْ كَتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
Baca agenda hidupmu, cukup hari ini kamu yang menghitungnya.

Maka tidak heran saat sakratul maut banyak yang muka atau mimiknya ketakutan atau ada juga yang mimiknya bagus. Itu semua karena telah diperlihatkan oleh Allah kelakukan kita selama di dunia. Setelah Allah menyuruh membaca agenda hidupmu maka Allah memberitahukan masa yang akan datang di akhirat. Kalau baik maka akan merasakan kenikmatan kehidupan di surga tetapi kalau buruk ia akan langsung diperlihatkan kehidupan yang menderita di neraka.

Sekarang persoalannya kembali ke dalam diri kita sendiri. Sudahkah kita instropeksi diri? Sudahkah kita mawas diri? Sudahkah kita menata diri? Sudahkah kita bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha? Ini adalah pertanyaan untuk diri kita agar saat sakratul maut kita tidak dihadapkan dengan sesuatu yang sangat menakutkan. Karena bagi orang yang tidak beriman malaikat akan datang dengan sangat menyeramkan sedangkan bagi orang yang beriman malaikat akan datang dengan santun seolah-olah memberikan salam titipan dari Allah SWT bahkan akhirnya dinyatakan : 

‎سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ  
Selamat dan sejahtera dari Tuhanmu, tuhanmu memberikan kamu selamat karena didepan sana akan ada kebahagiaan yang abadi. Bersyukurlah bagi orang-orang yang beriman dan beramal soleh. 

Semoga kita golongan orang-orang yang selalu diberikan hidayah oleh Allah SWT amin ya robbal alamin.

 

_______________
Dirangkum oleh : Hani Hizboel