RANGKUMAN KAJIAN MALAM SABTU, 03 Agustus 2018/22 Dzul Qa’dah 1439H


Sabtu , 04 Agustus 2018


RANGKUMAN KAJIAN MALAM SABTU (MASA)
Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari)
Pesantren Akmaliah Salafiah 
Jum'at, 3 Agustus 2018/22 Dzul Qa’dah 1439H

_______________


Telah dibahas bahwa beberapa pengertian tentang orang orang yang cahayanya lebih daripada zikirnya dan seterusnya. Kita akan melanjutkan kajian berikunya yaitu :
“Allah telah memuliakan dirimu dengan tiga kemuliaan/penghormatan kepada dirimu sebagai hamba hamba-Nya. Pertama, Allah telah menjadikan dirimu ahli zikir/mengingat diri-Nya dan itu adalah anugerah, padahal/jikalau/andai tidak ada karunia-Nya niscaya tidak patut engkau menjadi ahlinya zikir kepada-Nya.  Kedua, Allah telah menjadikan drimu terkenal di wilayah ruhaniah yaitu di sisi Allah kalian terkenal karena zikirmu. Ketiga, Allah menjadikan dirimu dikenal disisi-Nya, maka Allah telah menyempurnakan nikmat-Nya kepadamu”. (Hikam Nomor 260)

Orang yang ahli thoriqoh/menuju kepada Allah SWT akan mendapatkan 3 hal di dunia yaitu:
1. Berlimpah RAHMAH, yaitu cinta asih Allah yang Berlimpah. Cara Allah SWT memberikan cinta kasih-Nya itu luas karena bentuk cinta kasih Allah SWT tidak seperti bentuk cinta kasih hamba. 
2. Berlimpah BERKAH-Nya, yaitu akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT yaitu dicukupkan rizkinya hanya terkadang karena nafsunya dan melampaui nafsu itu karena kurang bersyukur dan menerima apa yang Allah SWT berikan kepadanya akhirnya menjadi malapetaka bahkan terlunta lunta. Contoh, istri yang tidak berkerja namun suka menghabiskan uang akhirnya yang terjadi adalah malapetaka karena tidak menerima/ karena lebih mengikuti tren daripada mengurusi anak dan rumah tangga. Karena sesungguhny orang yang diisrakan Allah SWT disebutkan keberkahan sepanjang perjalanannya yaitu orang orang yang benar benar cinta kepada Allah SWT dan mengurusi agama-Nya, tidak pelit, maka Allah SWT akan melimpahkan rizki-Nya.
3. AMPUNAN dari Allah SWT, pengampunan dari Allah SWT diisyaratkan di dalam firman Allah SWT yang menyatakan :

‎قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ (١٤) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ (١٥)

(14) Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), (15) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang. (QS. Al Ala ayat 14-15)

Orang yag berzikir mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Yang penting istiqomah dalam berzikir karena Allah SWT memuliakan saat kalian berzikir kepada Allah SWT karena zikir itu anugerah. Contoh, zikir puji hari. Mengamalkan kaefiyat pun sebuah anugerah. Minimal mengamalkan thoriqoh seminggu sekali. Saat semangat zikir maka jangan sampai mengabaikan itu semua karena istiqomah zikir itu anugerah. 

Setiap ucapan atau perkataan akan terekam oleh frekuensi. Frekuensi yang horizontal dan vertikal. Yang vertikal ini seperti spiral yang akhirnya sampai di lapisan terluar alam ajsam. Lapisan terluar alam ajsam disebut bank data yang menyimpan frekuensi tersebut. Siapapun yang mengucapkan zikir karena keutamaannya yang sampai pada kalian yaitu yang akan terekam dalam bank data dan karena terekam itu maka akan menjadi terkenal di wilayah ruhaniah. 

Perkataan kita sadar atau tidak itu direkam. Dan nanti akan diputar dan disaksikan oleh kita sendiri di alam mahsyar. Namun sebelum ke alam mahsyar juga kita diperlihatkan saat Kita sakratul mautnya.Kondisi dan keadaan semua kejaidan itu akan ditampakkan saat sakratul maut. Saat menemani orang sakraul maut maka bisikkan zikir “allah allah” jika bisa zikir “laa ilaha illallah”. Kenapa harus zikir allah allah? Agar membiasakan saat sakratul maut tetap menyebutkan allah allah. Saat sakratul maut jika sudah mendapatkan anugerah diangkat derajatnya oleh Allah SWT sehingga bisa berzikrullah maka saat sakratul maut mautpun tetap bisa zikir zikir Allah atau Laa ilaha illallah. Bahkan pada thoriqoh tertentu mengatakan saat zikir allah allah dilatih saat mengucapkannya dengan posisi lidah berada di lak lakan mulut. 

Tanda Allah SWT sedang memuliakan kalian ialah kalian senang berzikir, jika kalian ada di komunitas ahli zikir berarti sama saja masuk ke benteng Allah SWT. Dengan begitu maka aman dari azab Allah SWT karena telah dimuliakan Allah SWT. 

‎لَا إِلهَ إِلّا الله حِصْنِيْ فَمَنْ قَالَهَا دَخَلَ حِصْنِيْ وَمَنْ دَخَلَ حِصْنِيْ أَمِنَ مِنْ عَذَابِيْ 

“ Laa ilaaha illallah adalah benteng-Ku (Allah), barangsiapa yang membacanya maka ia telah masuk ke dalam benteng-Ku, dan barangsiapa yang telah masuk ke dalam benteng-Ku sungguh ia telah aman dari siksa-Ku”.

Di dalam Firman Allah SWT :

‎اَتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Ankabut: 45)

Bahwa mendirikan shalat untuk mengingat-Ku itu istimewa dan ingat terhadap allah lebih utama dan besar keitimewaannya. Kenapa? Karena Orang yang berzikrullah ialah tanda orang yang sedang dimuliakan oleh Allah SWT. Kalian dimuliakan seorang presiden saja istimewa, bagaimana jika dimuliakan Allah SWT, tuhan semesta alam? Jangan khawatir jika kalian zikir kemudian dikucilkan orang. Jadi berzikrullah itu penting dan berzikrullalh itu anugerah dari Allah SWT.

Sakratul maut orang yang beriman itu tidak akan merasakan sakit, persis seperti orang tidur. Saat akan tidur itu ia seperti lagi dialog dengan malaikat dan ia tidak sadar bahwa mereka adalah malaikat.  Kemudian kalian melihat jasad kalian, Orang orang yang kalian kenal terasanya bagai di dalam mimpi kemudian malaikat mengajak kalian pergi. Saat di al yamin dia baru sadar bahwa dia sudah di alam lain. Karena kenikmatannya maka ia lupa akan penderitaan di dunia. Al yamin adalah tempat transit bagi orang yang ahli surga. Al simal itu tempat transit orang yang pasti akan masuk neraka. Al araf itu tempat transit orang yang belum pasti apakah masuk surga atau neraka. Al yamin, As simal, al araf itu adalah planet planet tersendiri. Orang yang di al araf itu orang yang masih dipersimpangan apakah masuk surga atau meraka yang akhirnya membutuhkan syafa’at dan 3 hal amal jariyah yaitu doa anak yang shaleh, shodaqotun jariyah dan ilmu yang bermanfaat. 

Kalian mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT, kemudian diangkat derajatnya dengan dibuat terkenal. Terkenalnya itu karena menjadi kekasih Allah SWT dan itu istimewa sekali. Sebagaimana saat Allah SWT menyuruh para malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam as. 

3 hal itulah anugerah yang istimewa. Oleh karenanya saat kalian lagi semangat berzikir maka peliharalah karena itu adalah anugerah. Jika tidak mendapatkan anugerah maka tidak akan mampu istiqomah zikir. Zikir itu anugerah, kemulyaan dari Allah SWT, dikenal oleh malaikat karena menjadi kekasih Allah SWT. Apabila malaikat mau mengazab suatu kaum maka tidak akan jadi karena ada seorang yang ahli zikir atau kekasih allah di lingkungan tersebut. 

Syukuri dan Terima nikmat Allah SWT, perlihara nikmat Allah SWT karena tanda tanda anugerah Allah SWT dengan zikir itu sudah cukup bagi kalian. Jika sudah diberikan anugerah zikir maka abaikan mereka yang mencibirkan karena memang Allah SWT yang menyuruh untuk mengingat Allah SWT. Jika kita sudah mengingat dan menyebut nama Allah SWT maka Allah SWT akan mengingat kita. 

‎فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al Baqarah ayat 152)
_______________
Dirangkum oleh : Himmah Hizboel