RANGKUMAN KAJIAN SENJA AHAD, 21 Juli 2018/09 Dzul Qa’dah 1439H


Sabtu , 21 Juli 2018


RANGKUMAN KAJIAN SENJA AHAD (SEHAD)
Kitab Ihya 'Ulumuddin dan Siyarus Salikin 
Pesantren Akmaliah Salafiah
Sabtu, 21 Juli 2018/09 Dzul Qa’dah 1439H 

________________

 

Pada kajian lalu telah dibahas mengenai :
GHADAB, HUQUD dan HASUD. Ghadab ialah pemarah atau orang yang tempramental. Marahnya karena syaitan.

Ada beberapa derajat ghadab :
1. Orang yang tidak marah. Saat melihat kemaksiatan atau ketidakmasiatan ia selalu diam.
2. Orang yang marg karena nafsu
3. Orang yang marah karena Allah

*

Ada hal hal yang dapat menghilangkan kemarahan yaitu :
1. Dengan ILMU
2. Dengan AMAL

ILMU ialah pengetahuan agama dimana kita bisa meredam marah. Marah itu datang dari syaitan. Syaitan itu dari api sehingga saat marah maka berwudhulah. Lalu Kenapa orang sudah berwudhu tetap marah? Karena mereka tidak berwudhu dengan ma’ul barid yaitu air penyejuk jiwa yaitu memaafkan orang lain. Sebab orang tidak memaafkan ialah karena tidak adanya ilmu. Di dalam QS. Al Araf : 199

‎خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orangyang bodoh.

Kenapa tidak bisa memaafkan karena di dalamnya ada api hutomah. Di dalam QS. Hutomah ayat 5-7 :

‎وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?

‎نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ

(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,

‎الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ

yang (membakar) sampai ke hati.

Jika kalian memandang persoalan hidup dengan dekat maka persoalan kecil menjadi besar Karena memandangnya tidak sesuai dengan nilai nilai agama. Coba kendalikan marah dengan ilmu dan amal. Tidak bisa dengan salah satunya. 

•••ILMU•••
Untuk mengendalikan marah dengan ilmu ada 6 perkara :
”Apabila marah seseorang itu maka pikir kan baik baik dan ingat di dalam hatinya tentang firman Allah SWT dan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan tentang kelebihan orang orang yang menahan akan marahnya dan orang yang bisa semacam ini hanya orang berilmu. Orang yang bisa menahan marahnya Itu diistimewakan”. 
Saat orang marah dan dikatain oleh orang lain, maka kita boleh membalasnya dengan beban yang sama . Namun jika melebihi beban orang itu maka akan menjadi persoalan. Jadi kita disuuht agar memaafkan orang lain dan ajak mereka ke jalan yang baik dan apabila mereka tidak mau maka kalian boleh untuk tidak bergaul dengan orang seperti itu. Jadi, marah bisa redam apabila :
1. Berilmu
2. Mengingat firman Allah SWT 
3. Ancaman-ancaman orang yang marah
4. Keistimewaan orang yang bisa menahan marah
5. Tahu bahwa marah datangnya dari syaitan
6. Siapapun yang marah (karena nafsu) hakekatnya syaitan

Jangan terbayang syiatan itu diluar diri dalam wujud seperti kuntilanak atau lain sebagainya. Bedakan antara jantari (hewan dari bangsa jin/dedemit) dengan syaitan. Jantari ini yang biasa digunakan dalam ilmu hitam. Syaitan itu predikat dari bangsa jin dan manusia. Cikal bakal manusia ialah Nabi Adam as, lawanan nabi Adam as ialah iblis sehingga syaitan tercipta daripada api. Sifatnya syaitan ialah membuat was was hingga menyatu ke dalam diri kita sampai ke dalam sel sel darah. Oleh karenanya dalam QS. An Naas ayat 4-5 :

‎مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

‎الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

‎مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

dari (golongan) jin dan manusia.

Yang mewas waskan hati kita itu ialah syaitan dari bangsa jin dan manusia. Contoh Di dalam al Quran menyebutkan bahwa syaitan hanya menyuruh manusia berbuat jahat kemudian syaitan itu mengadu kepada Allah SWT apa yang kalian tidak ketahui.

‎وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (169)

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 168-169)

Kemudian kita disuruh untuk tidak mengikuti langkah langkah/perbuatan syaitannya. Yang menyebabkan was was hati, mengajak keburukan ialah syaitan. Namun secara lahiriah/rill dalam kehidupan yang mengajak berbuat maksiat ialah teman/suami/lainnya. Jika istri mempunyai suami yang tidak bisa membawa ke surga, maka iapun terseret ke neraka. Jadi, syaitan itu wujudnya manusia hanya predikatnya syaitan. Oleh karenanya ada syaitan dari bangsa manusia dan jin. Maka syaitan dalam wujud manusia bisa dalam wujud teman, suami, anak, istri, orang tua atau lainnya yang memancing kemarahan kalian itulah hakekatnya syaitan. Namun jangan didhodhirkan “kamu syaitan”, cukup di dalam hati saja. Itulah yang disebut “syaitan musuh kamu yang nyata”. Hakekatnya wujud manusia itu tergantung sifat, karakter dan kelakuannya. Sewaktu waktu bisa menjadi malaikat, sewaktu waktu bisa menjadi syaitan, sewaktu waktu bisa jadi manusia seutuhnya bahkan sewaktu waktu bisa jadi binatang. Menurut Imam Ghazali, manusia itu ada karakter binatang buas dan binatang ternak.

Di dalam al Quran menyebutkan bahwa syaitan itu golongan yang ingkar kepada Allah SWT. Iblis itu enggan, angkuh, sombong kepada Allah SWT dan dia adalah golongan orang orang yang ingkar. Jadi iblis itu adalah orang. Orang orang yang ingkar kepada Allah SWT disebut syaitan. Apa saja yang dilakukan dalam diri yaitu dalam bentuk rencana, cita-cita, sebal, marah itu merupakan bisikan syaitan termasuk apapun yang berkecamuk di dalam diri saat marah. Jika sudah tau begitu maka tepis apapun ungkapan dan bisikan di dalam hati. Jika di dalam hati dan jiwa ada bisikan rencana buruk maka hati hati dan jangan diikuti. Rencana yang buruk itu belum dicatat oleh Allah SWT dan akan dicatat setelah melakukannya. Berbeda dengan rencana baik akan dicatat 1 oleh Allah SWT dan akan dinilai 10x apabila telah dilakukan. Jika kalian tidak mengenali maka kalian akan kebingungan sendiri. Bagaimana kalian mau berperang dengan syaitan sedangkan kalian tidak tahu syaitan walau sebenanrnya Sudah diberitahukan oleh Allah SWT dalam QS. Al Baqarah ayat 168 bahwa syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Oleh karenanya telisik apakah ada yang mengajak untuk keburukan, kemaksiatan dll. Berhati hatilah jika curhat kepada seseorang karena akan bahaya jika yang kalian ajak curhat itu hakekatnya syaitan. Insya Allah kita bisa memahami hakekat syaitan seperti apa dan kita dapat menang berperang melawan syaitan. 

________________

Dirangkum oleh : Himmah Hizboel