TANYA JAWAB GROUP PAS SEHAD - Senin, 23 April 2018/07 Sya’ban 1439H


Senin , 23 April 2018


TANYA JAWAB GROUP PAS SEHAD
Senin, 23 April 2018/07 Sya’ban 1439H


_____________

SALIKAH
Saya bekerja di media agency dimana salah satu brand yangg saya pegang itu semacam koperasi (pinjam uang) secara online yang jelas riba, ada rasa gelisah yg berkecamuk, sedangkan saya saat ini masih menjadi motor keluarga bagi suami dan ke 5 anak sbg Anugerah-Nya, rasanya pingin-pindah perusahaan tetapi kalau di liat lagi perusahaan yg saya tempati untuk bekerja juga bukan perusahaan syariah. Apakah dengan kondisi seperti ini rejeki yang kami pakai dan masuk ke dalam tubuh dapat Barokah-Nya? mohon pencerahan dari Bapak

MURSYID
Apapun rezeki yang kamu dapat dari hasil kerjamu itu halal dengan cara saat menerimanya dengan ALHAMDULILLAH dan saat menggunakannya atau memakannya dengan membaca BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM.

CATATAN DARI BAPAK:
Kenapa kamu begitu mudah menyimpulkan dan menghukumkan bahwa KOPERASI yang kamu bekerja itu adalah RIBA..? Sedangkan Bank saja bagi para Ulama masih dalam kontroversi, yang berarti masih dalam lingkaran PENDAPAT tentang hukum BANK.

ANJURAN BAPAK UNTUKMU:
Sebaiknya kamu mengalir saja dalam kehidupanmu, jangan terbawa arus hukum yang belum pasti dan tidak ada NAS ALQUR'AN maupun HADIS yang dapat dijadikan HUJJAH. Percayalah, bila kamu terbawa arus "PENDAPAT DARI SEBAGIAN ORANG" hidupmu selalu diliputi oleh was-was seperti yang sekarang kamu rasakan antara kebutuhan dengan hukum yang kamu pahami. Tidak ada sebuah perusahaan di Indonesia yang menganut system Islam yang berdasarkan Alquran dan Alhadits, kalau perusahaan yang bernafaskan Islam itu banyak.. Jadi, kalau kamu mau mencari pekerjaan dengan dasar syariah (hukum Islam) maka kamu akan menemui jalan buntu. Intinya, bekerjalah dimana saja kamu berada dengan niatan menjemput rezeki Allah dan terima dengan alhamdulillah serta gunakan rezeki itu untuk bekal ibadah..

_____________

SALIKAH
Bapak, benarkah hati dan Bathin seorang hamba adalah Rahasia antara hamba dan Tuhannya? dan seandainya dlm hati dan Bathin seseorang di tampakkan Keindahan dan kedamaianNYA sehingga yg ada hanya rasa nyaman dan Nikmat dlm Ibadahnya apakah mungkin yg demikian itu wujud ZatNYA?

MURSYID
Iya memang bahwa hati atau apa saja yang ada pada wilayah bathiniyah itu sebagai rahasia ketuhanan. Adapun kenyamanan dan kenikmatan dengan segala macam bentuknya itu sebagai TSAMAROH dari ibadah yang istiqomah dengan baik dan benar..

_____________

SALIKAH
Mohon penjelasan Bapak mengenai : 
1. Terkait hukum di Saudi Arabia bagi yang mencuri akan dipotong tangannya. Bagaimana dari sudut pandang ilmu tauhid?
2. Allah itu lebih dekat dari urat leher. mohon penjelasannya.

MURSYID
1. Kalau mau mamahmi tauhid itu harus "terlepas" dari hukum syari'at (fiqih), jadi tidak bisa dihukumkan dari sudut pandang tauhid. Hukum pencuri dipotong tangannya itu tidak tiba-tiba langsung dipotong, melalui proses sebab musabab, kalau mencurinya dalam keadaan terpaksa karena kebutuhan yang mendesak itu akan mendapat ampunan, yang dipotong itu orang yang mencuri sebagai pekerjaan hidupnya. Dalam pandangan tauhid itu baik dan benar karena akan sangat luas dampak kebaikannya bila hukum itu diterapkan.
2. Allah lebih dekat kepada ruh yang meliputi dirimu ketimbang jasmaniah dirimu..

_____________

SALIKIN
Mohon penjelasan Bapak mengenai :
1. Bagaimana cara istikomah yg benar karena sangat sulit karena jika thoriqoh sendiri maka subuhnya kesiangan.
2. Secara pribadi untuk mencari berkah rejeki ampun untuk duniawi belum berlimpah

MURSYID
1. Berjuang terus dan biasakan serta paksakan, Insya Allah akan didapat istiqomah dan menikmati ibadahmu, sebab tidak ada sesuatu yang instan, semuanya melalui proses perjuangan karena memang hidup adalah perjuangan di dalam perjuangan ada ujian dan cobaan termasuk ibadah yang ujiannya malas, lemah dan jemu..
2. Insya Allah ada masanya kamu berlimpah rezeki, doa bapak mengalir untukmu semoga keberkahan meliputi perjalanan hidupmu..

_____________

Narasumber : Mursyid Akmaliah
Dirangkum oleh : Himmah Hizboel