Kitab Hikam Ibnu Athaillaah, 23 Maret 2018/06 Rajab 1439H


Sabtu , 24 Maret 2018


Anak anakku semuanya,
Jalan menuju kelada Allah SWT itu sangat licin. Jika diumpamakan itu seperti jalan di gurun sahara yang mendaki bukit bukit padang pasir dimana banyak sekali ranjau ranjau atau berjalan diatas batu kerikil yang tajam tanpa alas kali bahkan diumpamakan orang yang berjalan menuju kepada Allah SWT bagai memegang bara api untuk penerangan dimana jika bara api itu dilepas maka tidak ada penerangan dan jika dipegang maka panas. Namun jika dinyatakan nyaman memang nyaman karena Allah SWT berjanji siapaun yang menuju kepada-Nya maka akan mendapatkan 2 hal sebagaimana firman Allah SWT QS. Al Isra ayat 1 :

‎سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dengan catatan jika dipanggil oleh Allah SWT dan memenuhi panggilan-Nya yaitu keberkaan sepanjang hidupnya dan diberikan kecerdasan spiritual dalam memahami segala situasi dan keadaan yang diberikan Allah SWT dengan kata lain peka atas ayat ayat yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam pemahaman lain pun juga orang orang yang menuju kepada Allah SWT mendapatkan 3 hal yaitu :
1. Berkah, mendapatkan keberkahan di dunia.
2. Rahmat, mendapatkan rahmat di akhirat kelak.
3. Maghfiroh, mendapatkan magfiroh atas dosa dosa yang telah dilakukan bahkan dosa yang akan datang (ma’sum) sebagaimana Rasulullah SAW. 
Oleh karenanya istiqomahkan dan selalu memandang ke depan. Jangan banyak menengok ke kiri dan ke kanan terlebih ke belakang. 

Nasehat Mursyid saat mengkaji Kitab Syarah Al-Hikam (Syaikh Ibnu Athoillah)
Jumat, 23 Maret 2018/06 Rajab 1439H